Sunday, October 24, 2010

How To Build a paper airplane ? ….Here It is ..! - Classified Ad

How To Build a paper airplane ? ….Here It is ..! - Classified Ad

MYHTOLOGI GUNUNG MERAPI

Untuk memahami mitologi Gunung Merapi tidak bisa terlepas dari filosofi Kota Yogyakarta dengan karaton sebagai pancernya. Kota ini terbelah oleh sumbu imajiner yang menghubungkan Laut Kidul, Parangkusumo - Panggung Krapyak - Karaton - Tugu Pal Putih dan Gunung Merapi. Secara filosofis hal ini dibagi menjadi dua aspek, yaitu Jagat Alit dan Jagat Ageng.







Jagat alit, yang mengurai proses awal-akhir hidup dan kehidupan manusia dengan segala perilaku yang lurus sehingga terpahaminya hakekat hidup dan kehidupan manusia, digambarkan dengan planologi Kota Yogyakarta sebagai Kota Raja pada waktu itu. Planologi kota ini membujur dari selatan ke utara berawal dari Panggung Krapyak, berakhir di Tugu Pal Putih. Hal ini menekankan hubungan timbal balik antara Sang Pencipta dan manusia sebagai ciptaannnya (Sangkan Paraning dumadi).

Dalam perjalanan hidupnya manusia tergoda oleh berbagai macam kenikmatan duniawi. Godaan tersebut dapat berupa wanita dan harta yang digambarkan dalam bentuk pasar Beringharjo. Adapun godaan akan kekuasaan digambarkan oleh komplek Kepatihan yang kesemuanya berada pada sisi kanan pada jalan lurus antara kraton dan Tugu Pal Putih, sebagai lambang manusia yang dekat dengan pencipta-Nya (Manunggalaing Kawula Gusti).

Jagat Ageng, yang mengurai tentang hidup dan kehidupan masyarakat, di mana sang pemimpin masyarakat siapapaun dia senantiasa harus menjadikan hati nurani rakyat sebagai isteri pertama dan utamanya guna mewujudkan kesejahteraan lahir bathin bagi masyarakat dilandasi dengan keteguhan dan kepercayaan bahwa hanya satu pencipta yang Maha Besar. Jagat Ageng ini digambarkan dengan garis imajiner dari Parangkusuma di Laut selatan - Karaton Yogyakarta - Gunung Merapi. Hal ini lebih menekankan hubungan antara manusia yang hidup di dunia dimana seorang manusia harus memahami terlebih dahulu hakekat hidup dan kehidupannya sehingga mampu mencapai kesempurnaan hidup (Manungggaling Kawula Gusti).




Gunung Merapi menduduki posisi penting dalam mitologi Jawa, diyakini sebagai pusat kerajaan mahluk halus, sebagai "swarga pangrantunan", dalam alur perjalanan hidup yang digambarkan dengan sumbu imajiner dan garis spiritual kelanggengan yang menghubungkan Laut Kidul - Panggung krapyak - Karaton Yogyakarta - Tugu Pal Putih - Gunung Merapi. Simbol ini mempunyai makna tentang proses kehidupan manusia mulai dari lahir sampai menghadap kepada sang Maha Pencipta.











Menurut foklor yang diceritakan oleh Juru Kunci Merapi yang bernama R. Ng. Surakso Hargo atau sering disebut mbah Marijan disebutkan bahwa konon Karaton Merapi ini dikuasai oleh Empu Rama dan Empu Permadi. Dahulu sebelum kehidupan manusia, keadaan dunia miring tidak stabil. Batara Guru memerintahkan kepada kedua Empu untuk membuat keris, sebagai pusaka tanah Jawa agar dunia stabil. Namun belum selesai keburu mengutus para Dewa untuk memindahkan G. Jamurdipa yang semula berada di Laut Selatan ke Pulau Jawa bagian tengah, utara Kota Yogyakarta (sekarang) dimana kedua Empu tersebut sedang mengerjakan tugasnya. Karena bersikeras berpegang pada "Sabda Pendhita Ratu" (satunya kata dan perbuatan) serta tidak mau memindahkan kegiatannya, maka terjadilah perang antara para Dewa dengan kedua Empu tadi yang akhirnya dimenangkan oleh kedua Empu tersebut.

Mendengar kekalahan para Dewa, Batara Guru memerintahkan Batara Bayu untuk menghukum keduanya dengan meniup G. Jamurdipa sehingga terbang diterpa angin besar ke arah utara dan jatuh tepat diatas perapian dan mengubur mati Empu Rama dan Permadi. Namun sebenarnya dia tidak mati hanya berubah menjadi ujud yang lain dan akhirnya menguasai Kraton makhluk halus di tempat itu. Sejak itu arwahnya dipercaya untuk memimpin kerajaan di Gunung Merapi tersebut. Masyarakat Karaton Merapi adalah komunitas arwah mereka yang tatkala hidup didunia melakukan amal yang baik. Bagi mereka yang selalu melakukan amalan yang jelek arwahnya tidak bisa diterima dalam komunitas mahluk halus Karaton Merapi, biasanya terus nglambrang kemana-mana lalu hinggap di batu besar, jembatan, jurang dsb menjadi penunggu tempat tersebut.

Menurut cerita rakyat yang lain, konon pada masa kerajaan Mataram tepatnya pada pemerintahan Panembahan Senopati Pendiri Dinasti Mataram (1575-1601). Panembahan Senopati mempunyai kekasih yang bernama Kanjeng Ratu Kidul, Penguasa Laut Selatan. Ketika keduanya sedang memadu kasih dia diberi sebutir "endhog jagad" (telur dunia) untuk dimakan. Namun dinasehati oleh Ki Juru Mertani agar endog jagad tersebut jangan dimakan tapi diberikan saja kepada Ki Juru Taman. Setelah memakannya ternyata Juru Taman berubah menjadi raksasa, dengan wajah yang mengerikan. Kemudian Panembahan Senopati memerintahkan kepada si raksasa agar pergi ke G. Merapi dan diangkat menjadi Patih Karaton Merapi, dengan sebutan Kyai Sapujagad. Sebagai perwujudan kepercayaan Karaton Mataram terhadap keberadaan sekutu mistisnya yaitu Karaton Kidul (di Samodera Indonesia) dan Karaton Merapi ini, maka diselenggarakan prosesi Labuhan.

Labuhan berasal dari kata labuh yang artinya persembahan. Upacara adat karaton Mataram (Yogyakarta dan Surakarta) ini sebagai perwujudan doa persembahan kepada Tuhan YME agar karaton dan rakyatnya selalu diberi keselamatan dan kemakmuran. Labuhan biasanya diselenggarakan di beberapa tempat antara lain di : G. Merapi, Pantai Parangkusumo, G. Lawu dan Kahyangan Dlepih. Biasanya dilaksanakan untuk memulai suatu upacara besar tertentu seperti Tingalan Jumenengan. Barang-barang milik raja yang dilabuh antara lain : Semekan solok, semekan, kain cinde, lorodan layon sekar, guntingan rikmo, dan kenoko selama setahun, seperangkat busana sultan dan kuluk kanigoro.

Disamping labuhan ada beberapa upacara selamatan yang lain yang dilakukan oleh masyarakat setempat, seperti : Sedekah Gunung, Selamatan Ternak, Selamatan Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, Selamatan Mencari Orang Hilang, Selamatan Orang Kesurupan, Selamatan Sekul Bali, Selamatan Mengambil Jenazah, Selamatan Menghadapi Bahaya Merapi, dll. Dua diantaranya ditunjukkan oleh Upacara Becekan dan Upacara Banjir Lahar berikut ini.

Upacara Becekan, disebut juga Dandan Kali atau Memetri Kali yang berarti memelihara atau memperbaiki lingkungan sungai, berupa upacara meminta hujan pada musim kemarau yang berlangsung di Kalurahan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Air sungai sangat penting bagi penduduk setempat untuk keperluan pertanian. Konon sesudah diadakan upacara biasanya segera turun hujan sehingga tanah menjadi becek maka lalu disebut becekan. Becek diartikan juga sebagai sesaji berujud daging kambing yang dimasak gulai. Dusun yang melaksanakan upacara ini antara lain : Dusun Pagerjurang, Dusun Kepuh dan Dusun Manggong.

Penyelenggaraannya dibagi menjadi beberapa tahap: Pertama, memetri sumur di Dusun Kepuh (di kawasan itu hanya dusun ini yang memiliki sumur); Kedua, Upacara Becekan dilakukan di tengah-tengah Sungai Gendol; Ketiga upacara khusus di masing-masing dusun. Upacara ini dimaksudkan untuk berdoa memohon hujan kepada Tuhan YME agar tanah menjadi subur, sehingga warga menjadi sehat, aman, selamat dan sejahtera. Waktu penyelenggaraan, menggunakan pranotomongso yaitu pada mongso kapat dan harinya Jumat Kliwon, jika pada mongso kapat tidak terdapat Jumat Kliwon diundur pada mongso kalimo, sebab hari itu dianggap keramat. Upacara ini dipimpin oleh seorang modin dan diikuti oleh warga ketiga dusun. Perlu diketahui bahwa seluruh rangkaian acara ini harus dilakukan/diikuti oleh kaum laki-laki dan sesaji, sama sekali tidak boleh disentuh oleh wanita serta kambing jantan untuk sesaji .

Upacara Banjir Lahar, tradisi penduduk sekitar gunung berapi, khususnya dalam menanggapi bencana lahar. Salah satunya bisa disaksikan di Dusun Tambakan, Desa Sindumartani, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, sebagai salah satu desa yang sering dilewati bencana lahar (dingin atau panas) dari Gunung Merapi.

Upacara ini berupa doa mohon keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan YME bagi segenap penduduk agar terhindar dari marabahaya, disertai dengan peletakan sesaji berupa kelapa muda di sungai yang diperkirakan akan dilewati lahar. Hal ini dilakukan bila telah melihat tanda-tanda alam akan datangnya bencana lahar yang telah mereka kenal secara turun temurun.

Penduduk yang bermukim di tepi sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi kadang mendengar suara-suara aneh di malam hari, misalnya gemerincing suara kereta kencana yang lewat. Konon merupakan pertanda bahwa Karaton Merapi sedang mengirimkan rombongan dalam rangka hajat untuk mengawinkan kerabatnya dengan salah satu penghuni Karaton Laut Kidul. Hal itu ditafsirkan sebagai pertanda mistis bahwa sebentar lagi akan terjadi banjir lahar yang akan melalui sungai itu, sehingga bagi mereka yang tahu akan segera membuat langkah-langkah pengamanan dan penyelamatan.

tujuan dari penyelenggaraan berbagai prosesi selamatan tersebut konon adalah untuk berdoa memohon keselamatan dan kelimpahan rejeki kepada Tuhan YME serta memberi sedekah kepada makhluk halus penghuni Merapi agar tidak mengganggu penduduk, damai dan terbebas dari marabahaya, sehingga tercipta satu harmoni antara manusia dan lingkungan alam. Apabila perilaku manusia negatif maka maka alampun akan negatif pula.

Konsep keseimbangan yang menjadi kearifan penduduk sekitar Gunung Merapi merupakan implementasi dari nilai-nilai yang mereka percaya bahwa para penghuni akan murka ketika menyimpang dari kaidah-kaidah alam yang benar dan seimbang. Letak harmoninya tidak saja terletak pada sesaji yang disediakan namun pada perilaku yang selalu diusahakan untuk tidak nyebal (menyimpang) dari kaedah-kaedah keseimbangan alam, yang selalu selaras serasi dan seimbang untuk menjaga keutuhan ekosistem.



BACA PULA YANG MENARIK TENTANG : "Mbah Maridjan, sang presiden Gunung Merapi" KLIK DISINI ..



Sumber artikel : http://gowox.page.tl/Mitos-Merapi.htm
Sumber gambar :
http://tutinonka.wordpress.com/
http://andoyoanny.wordpress.com

Wednesday, October 6, 2010

Tempat makan enak di jakarta

Bebek Bengil, The Ubud Building
Kejutan menyenangkan lainnya adalah sup bebeknya—kaldu yang tampil perkasa





(dok. Agromedia)




The Ubud Building
Jl. Agus Salim 132
Menteng
Jakarta Pusat
Tel. 391 8016 (RSVP), 391 7965, 391 8091


Bahkan bila frasa “Bebek Bengil” (atau ‘tengil’) mengingatkan Anda pada diskotek pertama yang pernah Anda kunjungi—ah Anda tahu maksud saya—tipe dengan kilatan cahaya biru terang yang membuat Anda berganti baju belasan kali sebelum akhirnya berani menghadapinya—jangan dulu mencoret yang satu ini dari daftar Anda. Jika Anda bisa melewati dekorasi yang megah namun anakronistis—apa yang terjadi dengan warung-warung kalem pinggir jalan?—Bebek Bengil masih piawai mengolah bahan-bahannya: bebek dengan kegaringan yang tepat, tak kuyup berminyak, disajikan dengan sambal matah Bali serta urap (sayur rebusan yang renyah berbalur parutan kelapa) yang mantap. Sungguh klasik.

Kejutan menyenangkan lainnya adalah sup bebeknya—kaldu yang tampil perkasa, dengan aksen potongan melon, berlimpah dengan jahe dan arak (memberi sentuhan ciamik yang membumi)—dan hidangan laut panggang yang terdiri atas udang windu, kakap, tuna, dan cumi, disuguhkan dalam langgam Mediterrania dengan zucchini serta paprika merah dan hijau, tapi sungguh sangat Bali dari segi cita rasa (tarik urat antara Barat dan Timur yang sama-sama menahan diri).

Apabila Anda penggemar Nasi Bali, silakan pergi ke tempat lain. Campuran mujarab yang khas bagi sajian ini—yakni kacang goreng yang kulitnya masih mendesis panas dan ikan teri goreng—diturunkan ke tingkat yang nyaris tak dapat diterima dengan penggunaan kacang Bali standar; dan daging pedasnya sama-sekali tak pedas.

Lukisan-lukisan lanskap bertema Indonesia Molek di dalam ruangan, yang sungguh menjemukan, dan dengan bingkai yang lebih membosankan lagi, berusaha memaku tempat ini pada suatu standar kemewahan tertentu. Seperti diperkirakan, upaya ini segera dikalahkan oleh ruang depan mereka (yang bahkan tak melakukan upaya apa pun).

Saya sarankan Anda duduk di luar, di taman, tempat Anda bisa mengelak dari ambisi ruang makan yang berlebih-lebihan dan sedikit mengganggu, dengan bangku-bangku panjang dan warna coklat kelam serta jingga megah yang tak berjiwa—seperti restoran hidangan laut yang didandani mati-matian, tak yakin tentang apa yang harus mereka lakukan dengan uang mereka. Tapi bebeknya, oh, bebeknya… cukuplah saya bicara.

Harga: sekitar Rp 200.000 – Rp 250.000 untuk bertiga
Jam buka: 11.00 – 22.00
Aturan busana: santai
Atmosfer: mewah tak sampai
Alkohol: ya
Metode pembayaran: menerima semua kartu kredit utama
Diulas pada: April 2009





Soto Betawi Sumsum H. Agus

Terkenal dengan sop kaki sapinya, yang mengandung kelenjar getah bening kaki sapi, yang diketahui memberi tambahan rasa kepada kaldu yang kaya susu.






(Doc NCC)



Jl. Barito I (pada deretan yang sama dengan Pasar Burung)
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Tel. 0812 1386060

Juga terkenal dengan sop kaki sapinya, yang mengandung kelenjar getah bening kaki sapi, yang diketahui memberi tambahan rasa kepada kaldu yang kaya susu.

Harga: seporsi soto Betawi Rp 15.000
Jam buka: 08.30 – 17.00






Il Mare




Other stars of the show include the gloriously simple-sounding half moon ravioli (plump little purses of ricotta, spinach and tomato sauce) and the risotto with cepe mushroom, tomato and parsley.







Sup Kepiting (VIVAnews/Mutia Nugraheni)





Basement Floor, Mulia Hotel
Jl. Asia Afrika
Tel. 574 7777 ext. 4502,
4546, 4804

This impossibly large place that harks back to the 90’s is the enduring Italian institution you’ve almost forgotten. If you can go past the bold splashes of colour, handmade glassworks and generally riotous accents — which strangely work, paired with a few intimately-lit sections that raise the romantic factor — you’ll realize there is a serious kitchen behind all the theatrics.

Given the refusal, it seems, to play it safe, restraint is apparent in the menu. Asparagus, especially, gets respectful treatment from Chef Flavio Manzoni: the warm asparagus with roasted bell pepper and pecorino makes for a lovely, light appetizer, full of subtle flavours. Its peer, the asparagus and green pea soup with poached lobster and truffle cream, lacks a necessary layer of depth but is pleasant enough. Gorgeous is the fettucine with seared Canadian scallops, raisins and braised shallots in brown butter emulsion—the scallops are of the right quantity and size as not to overwhelm, the raisins and braised shallots add zest, and the brown butter infuses without coddling. Equally successful is the stuffed chicken breast—given that it is, after all, chicken breast—that yields a lush overflowing of porcini mushroom and boursin farce, balanced with a soft but full-bodied potato puree subtly scented with the chicken’s natural jus and Alba truffles. Lovely.

Other stars of the show include the gloriously simple-sounding half moon ravioli (plump little purses of ricotta, spinach and tomato sauce) and the risotto with cepe mushroom, tomato and parsley. The veal scaloppini is pounded thin and adorned—again, austerely—with a drizzle of lemon and capers, over a judicious pairing with grilled vegetables and seared potato gnocchi.

A dessert of flourless chocolate cake is a bit of a let down, with clashing textures and architectonics that do little to alleviate the modesty of its size, but thankfully, not enough of a disappointment to write off the superb overall experience. A thoughtful wine list and absolutely first rate service further enhance.

Brunch addicts can expect everything from sushi, dim sum and foie gras to kebab, hummus and cheeses of all kinds, where, you will be surprised, it is the non-Italian fare that quietly dazzles.

Price range: Around Rp 1,000,000 for 2
Operating hours: 12:00 -14:30 (lunch);
18:00 – 22:30 (dinner)
Brunch: Sunday only (11:00 – 14:30) Rp 299,000++/person
with free-flow drink (sparkling wine, red and white wine, chocolate martini,
Bloody Mary); Rp 265,000++/person without free flow
Dress code: smart
Atmosphere: Californian contemporary
Alcohol: extensive wine list
All major credit cards accepted
Reviewed: September 2007








Sunda Kelapa

The food hasn’t let up one bit: the kangkung in belachan sauce remains the best in town, topped as in yesteryear, with scads of fragrant, semi-crushed roasted garlic











(http://ikaray.net/resep/kangkungtauco.jpg)




Jl. Ancol Barat IV no. 28/29
Pelabuhan Sunda Kelapa
Jakarta Utara
Tel. 692 4954, 690 8765

The 37-year old Sunda Kelapa cannot be more improbably located (in the middle of the city’s most barren gastronomic point, a maze of industrial waste that makes up the area, or what was left of it, of the old harbour) or impossibly low-key (though now it does have some kind of signage). When you do see it, you’ll find it standing almost surreally reminiscent of a beachside road seafood shack with its sad, blinking fairy lights strung between the roof and the window against a de Chirico sky. Best to enter through Jl. Parangtritis, turn left at the “BCA” intersection, cruise along until end of street and turn right in the direction of the old port. It’s on the left hand side.

Inside it is a different world altogether — with a very New Order (“Orba”-esque) sensibility from its stiff, leather bound menu right down to its framed celebrity signatures-dotted walls. The colour scheme is government-esque green, its d├ęcor basic but very clean, its lighting slightly dim and claustrophobic (although I have to say the room is extremely well air-conditioned).

The food hasn’t let up one bit: the kangkung in belachan sauce remains the best in town, topped as in yesteryear, with scads of fragrant, semi-crushed roasted garlic; ditto the grilled squid in sweet garlicky butter sauce. Despite its cloying, monochromatic sweetness, the king prawn with spicy Padang sauce, which is deep-fried in such a way that you can eat the whole thing from head to tail, has a way of growing on you. The fresh orange juice with coconut meat is an ideal accompaniment. Strictly for the most dedicated of foodies.

Price range: Around Rp 300,000 – Rp 400,000 for 4
Operating hours: 11:00 – 22:00
Dress code: casual
Atmosphere: duck egg green casual
Alcohol: N/A
All major credit cards accepted
Reviewed: December 2007






Sumber artikel : Jakarta Good Food Guide oleh ;http://www.laksmipamuntjak.com/
dipublikasikan oleh vivanews.com

Mobil Termahal Dunia Dimiliki Sultan Bolkiah

Koleksi mobil Sultan 7.000 disimpan di lima garasi...



VIVAnews - Ini cerita tentang Sultan Hassanal Bolkiah. Pemilik kerajaan yang cuma secuil di pinggir Pulau Kalimantan. Anugerah minyak menjadi negara dengan penduduk 330 ribu itu kaya raya. Termasuk rajanya, Sultan Bolkiah.

Bagaimana tidak kaya, dia memiliki koleksi 7.000 mobil yang semuanya disimpan di lima garasi raksasa dekat istana kerajaan. Bahkan, baru-baru ini harian otomotif GTSpirit menulis koleksi Sultan itu nilainya mencapai triliun rupiah.

Koleksi sang raja bukan sembarang mobil. Jenisnya beragam. Kriterianya adalah paling mahal, paling indah, paling jarang, paling cepat, dan paling unik. Dia memiliki Bugatti Veyron yang merupakan mobil termahal dunia saat ini, sekitar Rp20 miliar. Tidak hanya termahal, Veyron juga menjadi mobil tercepat 2010 versi Super Cars.









( Sumber gambar :fantasygarage.com)


Bolkiah juga memiliki enam Rolls-Royce Phantom anti peluru yang amat langka di muka bumi ini. Sederet mobil mewah yang menjadi koleksi dia adalah Porsche 959, Porsche Carrera GT, Lamborghini Diablo Jota, Lamborghini Murcielago LP640, Bugatti EB110, Maybach 62, 962s Jaguar XJR-15, dan enam Dauer.

Dia juga memiliki enam Ferrari model FX, Bentley Continental R, Porsche Carma, Koenigsegg Agera CC GT, dua mobil konsep Ferrari Mythos, dan Mercedes-Benz CLK-GTR yang diproduksi khusus untuk Sultan.

Sultan Brunei ke 29 ini juga pecinta balap mobil. Dia bahkan memiliki museum pribadi yang mengkoleksi mobil-mobil Formula One yang menjuarai gelaran ini sejak 1980. Dia membelinya dari tim-tim pemenang, termasuk FW19 yang dikendarai Velleneuve saat bertabrakan dengan Michael Schumacher pada 1977.






Menurut catatan Harian Inggris The Daily Mirror, 30 Juni 2010, memiliki 604 Rolls Royce, 574 Mercedes, 452 Ferrari, 382 Bentleys, 209 BMW, 179 Jaguar, 134 Koenigseggs, 21 Lamborghini, 11 Aston Martins, dan 1 SSC. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan pada 2007. Saat itu, Daily Mirror juga menurunkan berita bahwa dia memiiliki 531 Mercedes, 367 Ferrari, 362 Bentley, 185 BMWs, 177 Jaguar, 160 Porsche, 130 Rolls-Royce, dan 20 Lamborghini. (sj)


Gambar garasi Sultan Bolkiah :













Sumber artikel dan gambar : vivanews.com

"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

Share it

There was an error in this gadget

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Please "Click " on this pictures or text below :

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :