http://i.picasion.com/pic77/ef466a3101b6aaa1690add4435b34c92.gif
Showing posts with label makanan enak. Show all posts
Showing posts with label makanan enak. Show all posts

Thursday, October 22, 2009

Pedasnya Sepiring Oseng-Oseng Mercon







Makanan apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata Jogja? Gudeg tentu saja. Kemudian Bakpia, Geplak, atau mungkin makanan-makanan di lesehan Malioboro. Jika itu jawaban Anda, Anda benar. Tapi jika Anda menyangka bahwa hanya itu jenis makanan yang ada di Jogja, Anda salah besar.

Jogja memang kerap diidentikkan dengan masakan manis. Bahkan, beberapa masakan luar yang ada di sini kerap disesuaikan dengan cita rasa khas Jogja yaitu manis. Namun, di balik dominasi makanan manis tersebut, Anda bisa menemukan satu makanan khas Jogja yang uniknya justru tidak manis sama sekali. Makanan khas tersebut adalah oseng-oseng mercon. Sejenis tumisan yang memadukan tetelan (potongan kecil daging sapi) dan koyoran (lemak daging sapi) dengan potongan cabai rawit dan bumbu-bumbu lainnya. Rasa yang luar biasa pedas akan Anda temui jika menyantap masakan yang satu ini.

Akhir-akhir ini, warung yang menjual oseng-oseng mercon memang semakin mudah ditemui di jogja. Namun, oseng-oseng mercon yang pertama dan paling terkenal di Jogja adalah oseng-oseng mercon Bu Narti. Terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan Yogyakarta, Lesehan Oseng-Oseng Mercon, begitu warung ini biasa disebut, mencoba memberi warna baru bagi dunia kuliner di Jogja.

Uniknya, nama oseng-oseng mercon justru berasal dari pembeli. Menurut penuturan Bu Narti (pemilik lesehan), waktu itu keluarganya kebingungan karena menerima terlalu banyak daging kurban. Muncullah ide untuk memasak daging kurban tersebut dengan potongan cabai. Orang tua Bu Narti, yang waktu itu memiliki warung makan kemudian menjual menu "coba-coba" tersebut.


Tak disangka, pembeli justru menyukai menu yang satu ini. Karena rasa pedasnya, pembeli kemudian menamainya oseng-oseng mercon bahkan ada pula yang menyebutnya oseng-oseng bledek (halilintar). Mercon, yang dalam bahasa Indonesia berarti petasan memang sesuai untuk menyebut makanan ini karena rasa pedasnya panas dan membakar, tak ubahnya seperti petasan.

Selain oseng-oseng mercon, warung ini juga menawarkan menu-menu yang lain seperti iso-babat goreng, ayam goreng, lele bakar dll. Lesehan dengan kain penutup berwarna hijau ini memang hanya berupa lesehan sederhana. Bahkan mungkin lebih wah lesehan-lesehan di Malioboro. Tapi soal menu, jangan berpikir dua kali untuk menikamtinya. Resep yang digunakan Bu Narti sebenarnya tak ada yang istimewa. Hanya saja, lesehan ini tidak menggunakan kompor melainkan anglo, sehingga dagingnya menjadi lebih empuk dan kenyal. Bu Narti juga tak pernah menggunakan kecap. Dia hanya menggunakan gula merah untuk membumbui oseng-osengnya. Mungkin itu yang membuat oseng-oseng merconnya berbeda dengan oseng-oseng mercon yang lain.

Makanan yang satu ini tak hanya unik karena mencoba mendobrak mitos lama bahwa Jogja hanya mengenal makanan manis tetapi juga karena dia mampu membakar nafsu makan Anda. Dengan hanya Rp. 9.000 per porsinya, Anda sudah bisa menikmati sedikit "pedas"nya Jogja.


Untuk Anda yang tidak terlalu menyukai masakan pedas atau takut maag Anda kambuh jika mencoba makanan ini, ada beberapa trik yang bisa Anda gunakan. Biasanya, seporsi oseng-oseng mercon disajikan dengan nasi pulen (lembut) hangat dalam piring terpisah. Lengkap dengan lalapan di piring yang lain. Anda bisa memakannya dengan menuangkan oseng-oseng mercon langsung ke dalam piring nasi Anda, tapi itu akan membuat oseng-oseng mercon tesrebut terasa sangat pedas di lidah.

Atau, Anda bisa menyiasatinya dengan mengambil sedikit demi sedikit oseng-oseng mercon, kemudian memakannya dengan nasi sesendok demi sesendok. Sehingga kuahnya tidak terlalu bercampur dan dapat mengurangi rasa pedas. Asal jangan terlalu lama saja, karena oseng-oseng mercon tersebut banyak mengandung lemak sehingga akan menjadi kental dan tidak enak dilihat jika tidak cepat-cepat dimakan.

Lain kali jika Anda pergi ke Jogja, jangan lupa menyempatkan diri mampir di lesehan yang satu ini. Tak perlu keluar biaya mahal untuk bisa menkmati sepiring oseng-oseng mercon yang menggugah selera. Mungkin bisa memberikan sensasi baru bagi lidah Anda. Atau sedikit mengubah pandangan Anda terhadap masakan Jogja. Lagipula Jogja tak hanya punya gudeg, kan?


Penulis: Diyah Hayu Rahmitasari
Sumber : Kompas




Wednesday, September 30, 2009

Kriuk dan Garingnya Pizza…


SURABAYA | SURYA.CO.ID - Pizza berasal dari Italia, ketika masuk ke negara lain bentuk dan isinya sudah disesuaikan sesuai selera lokal. Sehingga bermunculan banyak jenis pizza saat ini, entah gaya asli Italia, Sisilia, Yunani, New York, Chicago, bahkan Meksiko.

Adonan dasar pizza, disebut crust di Amerika Serikat dan Kanada, terdiri dari dua bentuk yaitu tebal dan tipis. Sedangkan isian (topping) sesuai selera. Ada kalanya orang lebih suka banyak bawang Bombay di atas adonan pizza, ada juga yang menyukai lebih banyak keju mozarella atau makanan laut.

Memanggang pizza bisa dilakukan dengan berbagai cara. Untuk restoran biasanya memakai oven listrik dan tungku terbuat dari batu bata yang memakai kayu atau batubara. Di rumah, bisa memakai oven biasa atau alat panggang barbecue.

Resep asli pizza dari Italia disebut Neapolitan pizza yang dibuat dengan bahan-bahan lokal. Seperti saus tomat San Marzano yang tumbuh di lereng pegunungan hingga sebelah Selatan Gunung Vesuvius. Kejunya juga istimewa, yaitu keju mozzarella di Bufala Campana terbuat dari air susu kerbau yang diternak di kawasan Campania dan Lazio.

Sementara adonan dasar pizza terdiri dari tepung gandum Italia tipe 0,00 atau kombinasi keduanya, fermipan asli dari Neapolitan, garam dan air. Agar hasil lebih optimal, digunakan pula tepung terigu protein tinggi. Semua bahan diuleni dengan tangan atau mixer berkecepatan rendah.

Setelah mengembang, adonan dibentuk dengan tangan tanpa bantuan rol kayu atau alat lainnya hingga ketebalan 3 mm. Lalu, dipanggang pada tungku batu yang dibakar dengan kayu oak selama 60 detik - 90 detik dengan suhu 485 derajat Celcius.

Nah… resep buatan chef Ni Ketut Bhakti dari Hotel Shangri-La Surabaya, dia memakai tepung terigu protein tinggi karena memiliki gluten yang kuat. Beda dengan membuat cookies yang perlu tepung terigu protein rendah, atau cake dengan tepung terigu protein sedang.

“Pizza di Italia ada juga yang dibuat dari tepung kentang,” ujar Ni Ketut. Minyak yang dipakai sebagai adonan dasar tidak selalu zaitun. Bisa juga diganti dengan minyak sayur atau minyak jagung. Asal dua bahan dasar pizza tidak boleh ditinggalkan yaitu keju mozarella dan saus tomat.

Ni Ketut membuat dua resep, Pizza Calzone yang berbentuk seperti pastel raksasa dengan topping seafood, serta Pizza Volcano seperti gunung api yang terasa lezat dengan campuran daging cincang dan sayuran, termasuk bawang Bombay.

Cara panggangnya memakai tungku batu berceruk dalam. Supaya bisa menjangkau ke dalam, chef memakai sekop panjang disebut peel. Supaya bentuk gunung berapi pada Pizza Volcano tercapai, adonan harus dikunci dengan olesan telur dan ditekan dengan gigi garpu.

Saat terkena suhu panas, adonan akan mengembang. “Efek gunung akan terbentuk ketika suhu panas dalam adonan yang bertumpuk itu naik. Karena tidak bisa keluar, bentuknya menggembung seperti gunung,” terang Ni Ketut. Agar warna kecokelatan merata, putar-putar pizza di dalam tungku.

Anda pun bisa mencobanya di rumah meski tidak bisa mendapat bentuk sempurna seperti gunung. Yaitu dengan menambahkan batu bata ke dalam oven. Namun, mampu memperkuat aroma pizza yang lezat dan khas. Pizza sendiri menjadi makanan utama pada siang hari di Italia. Molto squisito! ida


Sumber artikel dan gambar : surya.co.id


"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :