Monday, July 14, 2008

Terapi sengat lebah




Sengatan lebah bukan cuma bikin bengkak atau tubuh panas-dingin. Kalau disengatkan pada titik-titik tertentu oleh orang yang ahli, hipertensi atau stroke bisa disembuhkan.

Ida Ismiadah, 33 tahun, warga Desa Rejodadi, Kecamatan Sariharjo, Sleman, Yogyakarta, bingung harus menjawab apa. Anak pertamanya yang telah berumur 7 tahun sering merengek meminta adik. Ida sendiri sebenarnya juga sudah ingin punya anak lagi, tapi penyempitan rahim yang dialaminya membuat dia sulit memenuhi permintaan anaknya.

Sekitar setahun lalu, Ida diminta mengantarkan ibunya ke "dokter lebah" Hendro Wardoyo yang berpraktek di Kelurahan Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Saat itu, ibunya yang menderita stroke ringan berhasil disembuhkan dalam beberapa kali kunjungan. Dia kemudian memutuskan menjalani pengobatan alternatif ini. Hasilnya, Ida bisa tersenyum dan tidak lagi bingung kalau ditanya anak pertamanya soal adik karena di rahimnya sedang tumbuh janin yang sudah berumur 5 bulan. Jika semuanya berjalan lancar, empat bulan ke depan anak keduanya akan lahir.

Apitherapy atau pengobatan penyakit menggunakan lebah seperti madu dan racun lebah konon sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu di Timur Tengah dan Cina. Sebagai buktinya, dalam buku kuno Cina pun ditemukan teori Yi Du-Gong Du (racun melawan racun) dengan media sengat lebah untuk mengobati penyakit. Metode pengobatan ini juga sudah dipraktekkan oleh Hipocrates yang dikenal sebagai bapak kedokteran modern.

Namun, menurut Wima M. Harsono, 37 tahun, dari Klinik Kusuma, Jakarta, yang merupakan asisten Hendro Wardoyo di Jakarta, apitherapy itu berbeda dengan bee therapy atau bee akupunktur. Bee therapy atau bee akupunktur itu berarti pengobatan dengan lebah, sedangkan apitherapy adalah pengobatan dengan lebah plus. Plus di sini maksudnya ditambah lagi dengan madu. "Jadi, pengobatan apiteraphy itu berarti pengobatan dengan sengatan lebah ditambah dengan madu," ujar Wima. Karena itulah, klinik ini juga menjual berbagai macam madu yang harus diminum para pasiennya.

Pola pengobatan menggunakan sengatan lebah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan model akupunktur. Tapi jika akupunktur menggunakan jarum sebagai alat penusuk untuk merangsang titik-titik saraf, apitherapy mengandalkan bisa atau serum dari sengatan lebah untuk merangsang titik saraf. Malah menurut Muntowib dari pengobatan dengan sengatan lebah Istana Lebah Cibubur, Jakarta, metode pengobatan ini memang hasil kawinan dengan teori akupunktur.

Sama halnya dengan akupunktur, apitherapy juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Mulai dari penyakit yang disebabkan oleh peredaran darah kurang lancar macam tekanan darah rendah atau darah tinggi, rematik, asam urat, sakit kepala, sakit gigi, sampai penyakit yang disebabkan oleh ketegangan saraf macam stroke atau stres, dan kesulitan mendapatkan keturunan.

Metode pengobatan ini, menurut Muntowib, relatif aman. Apalagi reaksi yang bisa ditimbulkan akibat sengatan lebah hanya berupa suhu badan panas setelah enam jam kemudian, bengkak-bengkak paling lama selama tiga hari, dan tempat disengat terasa gatal selama satu atau dua hari. "Tapi penderita komplikasi jantung kronis dan lever, serta TBC tidak boleh diberi terapi sengat lebah," ucap Muntowib.




Sebelum melakukan pengobatan, para pasien biasanya akan ditanyai soal riwayat kesehatan dan keluhan yang dirasakan. Setelah itu, pengobatan yang tergolong singkat--hanya sekitar lima menit--kemudian dilakukan. Untuk seorang pasien misalnya, Hendro hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit. Terlebih jika pasien tersebut sudah pernah berkunjung atau datang membawa hasil check up dari dokter.

Di ruangan ukuran 3x4 meter, para pasien yang datang dari berbagai kota akan diobati oleh Hendro. Dengan menggunakan salah satu lebah yang diambil dari kotak yang terdapat di atas meja dan berisi ribuan lebah, dia meletakkan sang lebah pada titik-titik tertentu dengan menggunakan pinset (alat jepit) atau dipegang langsung dengan tangannya. Setelah selesai, asisten Hendro yang bernama Ahmad Suratman akan mencabuti sengatan lebah yang tertinggal di tubuh si pasien.

Dosis sengatan yang diberikan Hendro kepada para pasiennya tentu tidak sama. Masing-masing pasien memiliki dosis sendiri sesuai dengan jenis penyakit, usia, dan apakah dia pasien baru atau bukan. "Caranya mengandalkan insting saja, misalnya baru sepersekian detik, langsung kita cabut. Jadi, sebelum sengatan itu lepas, sudah kita cabut. Cara kerja lebah, ya itu, begitu dia menyengat langsung lepas. Setelah lepas, sengat lebah itu akan merangsang dan bekerja sendiri seperti memompa... nyut... nyut... yang langsung masuk bersama aliran darah," kata Hendro.

Kalau Hendro mengandalkan insting dalam melakukan pengobatan, para terapis dari Istana Lebah hanya memberi sengatan selama 25 detik. Mereka kemudian akan memberikan jeda selama dua menit sebelum sengatan berikutnya. "Rasanya tentu saja sakit, tapi lamanya tak lebih dari 25 detik," tutur Muntowib.

Untuk mengobati berbagai keluhan pasien, pengobatan bisa saja harus dilakukan selama beberapa kali. Maklum, ketahanan tubuh pasien dalam menghadapi sengatan tak sama. Itu sebabnya, jumlah sengatan yang diberikan ditingkatkan secara bertahap.

Menurut Wima, pertama kali datang si pasien akan langsung "disuntik" dengan lebah di bagian tengkuk sebanyak dua kali untuk mengetahui seberapa besar daya tahan tubuh si pasien.
sumber: korantempo.com

"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Please "Click " on this pictures or text below :

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :