Friday, April 18, 2008

Luna Maya, Ikon KapanLagi.com




KapanLagi.com - Sebagai seorang model dan bintang film, nama Luna Maya sudah tak asing lagi bagi publik Indonesia. Terlebih lagi dara ayu kelahiran Denpasar ini juga sering terlibat aksi sosial di luar aktivitas keartisannya. Tak salah lagi jika KapanLagi.com memilih Luna sebagai ikonnya.

Karakter Luna yang fresh, cantik, smart, dan easy going sangat sesuai disandingkan dengan situs entertainment seperti KapanLagi.com.


Fresh. Terlihat dalam diri Luna yang selalu tampil stylish, gaul, modis, dan anggun. Kepiawaiannya dalam mix and match busana inilah yang menginspirasi Luna untuk membuka butik berlabel 'LM For Hardware'. Sebuah target dan langkah cerdas yang diambil Luna jika nantinya dirinya sudah tidak berkecimpung lagi dalam dunia hiburan. Pemikiran yang selalu baru dan mengarah ke depan itulah yang membuat KapanLagi.com kepincut dengan Luna.


Cantik. Tak bisa diingkari, gadis blasteran Jawa Austria ini memang selalu membuat orang tak pernah berhenti memandangnya. Terlebih lagi, paras dan kesederhaan Luna dalam setiap polesan wajahnya mencerminkan karakter KapanLagi yang cantik dan nyaman di mata.


Smart. Meski Luna harus cuti kuliah dari jurusan HI dan memutuskan terjun di dunia hiburan benar-benar diseriusi Luna. Membintangi 10 film lebih dan masuk nominasi Festival Film Indonesia untuk kategori Pemeran Wanita Terbaik lewat film RUANG, adalah buktinya. Memang belum menjadi prestasi yang mentereng bagi Luna. Tetapi Luna selalu optimis bisa meraihnya kelak. Sama seperti halnya KapanLagi.com yang terus berambisi memberikan yang terbaik dan menjadi nomor satu di dunia hiburan.


Easy going. Pembawaan Luna yang sederhana dan ramah, membuatnya begitu mudah disukai dan diterima oleh publik Indonesia. Karakter ini sama dengan prinsip yang diusung KapanLagi.com dalam penyajian berita dan informasi sehingga mudah diterima berbagai kalangan.

Semua kesamaan karakter itu sudah cukup untuk menjadi alasan kuat kenapa seorang Luna Maya begitu sepadan menjadi ikon KapanLagi.com. (kpl/rit)

UNTUK FOTO-FOTO LUNA MAYA KLIK DISINI
sumber: kapanlagi.com

Sejarah Google yang Unik




Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.




Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.



Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.


PENULIS: jack Febrian -- Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung. Telah menulis beberapa buku, diantaranya Menggunakan Internet, Kamus Komputer dan Teknologi Informasi, Menjelajah Dunia dengan Google, Tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia, dll..

9 Kiat Minta Maaf Pada Anak




Menjadi orangtua bukan berarti selalu benar dalam bersikap. Tak jarang, orangtua juga melakukan kesalahan pada anak, sehingga membuat hubungan terganggu. Inilah cara meminta maaf pada anak tanpa membuat Anda harus kehilangan wibawa di depannya.

1. Mengaku bersalah

Sadari bahwa Anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan, karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah terus berlarut.

2. Tulus

Ketika meminta maaf, Anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui ketika Anda membohonginya tentang hal ini.

3. Tenang

Meminta maaf dalam keadaan emosi akan percuma. Kalau Anda belum bisa bersikap tenang, katakan padanya bahwa Anda butuh waktu untuk sendiri, sebelum melanjutkan pembicaraan dengannya. Kemudian, pikirkan apa yang terjadi dan apa penyebabnya agar pikiran jadi tenang.

4. Tepat sasaran

Katakan permintaan maaf Anda secara langsung dan dalam kalimat yang tidak berbelit-belit. Ingat, yang dimintakan maaf adalah sikap Anda yang baru saja terjadi, bukan kepribadian Anda. Misalnya, mintalah maaf atas kemarahan dan ucapan Anda yang kasar, bukan atas kepribadian Anda yang emosional.

5. Jangan menyalahkan

Jangan balik menyalahkan anak hanya untuk membenarkan sikap Anda. Misalnya, dengan mengatakan bahwa seandainya ia tidak malas, Anda tidak akan marah terus padanya. Ini sama saja Anda tidak meminta maaf, melainkan justru menyalahkannya.

6. Meminta maaf

Mengatakan bahwa Anda bersalah dan bertanya apakah ia mau memaafkannya akan mempermudah Anda mengungkapkan penyesalan, sekaligus membuat anak belajar memahami cara memperbaiki hubungan.

7. Evaluasi

Bersama anak, lihat kembali bagaimana Anda bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik, dan sepakati cara yang akan dilakukan bila masalah yang sama terjadi lagi nanti.

8. Lupakan

Bagaimanapun juga, Anda hanya seorang manusia, yang tentu tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Namun, jangan terus berkutat pada rasa bersalah Anda. Setelah meminta maaf, lupakan masalah tersebut dan berusahalah untuk tidak mengulanginya lagi, sama seperti ketika Anda memintanya tidak mengulang kesalahan.

9. Jangan berlebihan

Berlebihan dan selalu meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele, justru akan membuat Anda kehilangan wibawa. Mintalah maaf karena Anda memang bersalah, bukan karena Anda berusaha menerapkan disiplin atau hukuman yang terbilang wajar, atas kesalahannya


sumber: kompas.com

Saturday, April 5, 2008

10 misteri bayi kini terpecahkan !



Abel (18 bulan) tiba-tiba bersorak, “Yeah!” Tidak jelas mengapa ia bersorak seperti itu. Apakah untuk acara TV yang sedang asyik ditontonnya atau untuk menyambut sang mama yang baru pulang bekerja. “Itu tidak penting. Yang pasti nih, saya ikut-ikutan bersorak. Abel pun terkikik-kikik sampai bahunya terguncang-guncang. Entah mengapa waktu itu ia memamerkan gaya tertawa yang agak…. aneh,” tutur Ria Suryadi, mama satu anak yang tinggal di Perumahan Green Garden, Jakarta Barat.

Tiap harinya, ada saja polah baru Abel. Sekarang tertawa terkikik-kikik, padahal kemarin dia menangis tersedu-sedu dan kelihatan sedih sekali. Dan semua itu dilakukannya untuk menarik perhatian mama tercinta. Suami Ria sampai terkagum-kagum melihat ulah si kecil, bahkan berulang kali bertanya, “Siapa sih, yang ngajari dia tertawa seperti itu?” Atau kadang-kadang terselip nada bangga dari ucapannya, “Jangan-jangan ia punya bakat akting.”

Dulu, Ria cuma mengangkat bahu melihat polah Abel yang suka macam-macam. Tapi setelah curhat dengan beberapa sahabat yang punya anak lebih kecil dari Abel – plus mereka mengalami hal serupa – Ria jadi mengerti kalau sebagian besar tahapan tumbuh kembang tidak muncul begitu saja. Ternyata anak melatih dirinya setiap hari – dan dalam proses berlatih itu mungkin saja beraksi dengan cara yang mengejutkan, membingungkan, atau bahkan mengkhawatirkan.
Butuh bukti? Simak deh, cerita seru sahabat-sahabat saya tentang anak-anaknya. Plus simak juga penjelasan dari pakar perkembangan seputar apa yang terjadi pada bayi-bayi mereka.

1. “Bayi saya tidak pernah merangkak.”
“Tidak seperti kedua kakaknya, Dea (sembilan bulan) tidak melalui tahapan merangkak. Setelah mahir duduk, ia langsung berdiri dan merambat pada benda-benda di sekitarnya untuk mengambil sesuatu. Normal nggak, sih?” tanya Lani Wijaya, mama tiga anak yang tinggal di Petojo, Jakarta Pusat.
Pemecahan misteri: “Merangkak adalah keterampilan yang sifatnya teknis, dan tak ada cara paling benar untuk melakukannya,” kata Alison Gopnik, Ph.D., profesor psikologi di University of California, Berkeley, sekaligus penulis The Scientist in the Crib. “Beberapa bayi merayap di atas perutnya; sedangkan lainnya merangkak mundur. Sebagian lagi malah tidak pernah merangkak – dari duduk langsung berjalan.”
Gopnik menambahkan, “Bayi yang bobotnya lebih berat butuh waktu lebih lama untuk berlatih merangkak ketimbang bayi yang lebih kurus. Ini berarti bentuk tubuh bisa mempengaruhi gaya merangkak si kecil.”

2. “Reaksi si kecil suka berlebihan.”
“Pertama kali diajak ke Ancol, Dino (satu tahun dua bulan) senang sekali. Dengan antusias, ia berjalan di area jogging track yang ada di pinggir pantai. Tapi, begitu kami pindah ke area yang berpasir, ia langsung mogok jalan. Selain kelihatan ngeri, geli, dan jijik; Dino minta digendong dan tak mau sedetikpun bermain di pasir,” cerita Deviana, mama tiga anak dan warga Grogol, Jakarta Barat. “Rencananya sih, saya ingin memperkenalkan suatu pengalaman yang baru. Terbayang betapa gembiranya si kecil bermain di atas pasir yang lembut. Tapi ternyata.…”
Pemecahan misteri: Anak sering bereaksi berlebihan begitu menemukan sesuatu yang kontras. Tapi, itu juga merupakan pertanda baik. “Reaksi tersebut adalah sinyal kalau bayi semakin matang dan mampu membedakan sesuatu yang benar-benar lain,” tutur Stefanie Powers, pakar tumbuh kembang anak di Zero to Three, Washington, D.C. Bisa jadi, bayi Anda untuk pertama kalinya akan memperhatikan hal kontras yang ada di atas lantai, sesuai jarak pandangnya.

3. “Apakah sudah benar-benar bisa berteman?”
“Suatu Minggu, saya ajak Andin (satu tahun lima bulan) ke rumah Ricky, sepupunya yang sebaya, biar bisa main bersama. Tapi yang terjadi, Ricky malah tak mau lepas dari gendongan mamanya. Dan Andin? Ia malah lebih asyik memperhatikan botol jus yang dikocok-kocok mamanya Ricky. Bahkan, ia memandang dengan penuh takjub,” cerita Cynthia Djordy, mama dua anak yang bermukim di perumahan Jaka Sampurna, Bekasi Selatan. Gagal deh, misi Cynthia untuk mengajarkan Andin bersosialisasi.
Pemecahan misteri: “Selama ini, bayi-bayi dianggap tidak pernah memperhatikan anak lain,” kata Powers. Juga, tambahnya, ada daya tarik tersendiri dari gerakan cepat seseorang yang setinggi jarak pandangnya. “Bayi-bayi biasanya tertarik pada anak-anak yang duduk di lantai bersamanya dan suka bermain, serta tidak suka duduk diam di kursi seperti halnya orang dewasa.”

4. “Kok tak ada capeknya?”
“Setelah mahir duduk, Mandy (10 bulan) rajin memamerkan kemampuan berdirinya pada seluruh anggota keluarga. Dari posisi duduk, ia lalu berdiri dan bergoyang-goyang sebentar sambil memandang ke arah kami dengan bangga. Lucunya, hal itu tidak cukup dilakukan sekali saja, melainkan ‘harus’ berkali-kali. Saya tak habis pikir. ‘Apa nggak capek, tuh?’” tutur Lily Setyani, mama tiga anak yang tinggal di Green Vile, Jakarta Barat.
Pemecahan misteri: “Bayi belajar melalui latihan,” ujar Lise Eliot, Ph.D., penulis What’s Going On in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life. Mengulangi suatu tugas sampai berkali-kali amat besar manfaatnya bagi si kecil: Hal itu bisa memperkuat otot-otot dan membangun ‘jalur’ baru dalam otak, sehingga ia makin piawai saat melakukan berbagai gerakan. Semua itu membuat keterampilan motoriknya kian oke.

5. “Biarpun ngantuk, tetap saja tak mau tidur.”
“Begitu ngantuk menyerang, Ferren (satu tahun tiga bulan) suka ngadat. Ia mulai cari gara-gara dengan merengek, mengamuk atau membanting-banting mainan. Padahal, sebentar-sebentar mulut kecilnya menguap. Sebenarnya saya sudah tahu kalau Ferren sudah mengantuk berat. Tapi, jika saya mengajaknya ke kamar tidur, ia langsung meronta-ronta dan tidak mau dininabobokan. Ia berjuang mati-matian menahan rasa kantuk. Kalau ngantuk, kenapa ia malah sulit diajak tidur?” tanya Indriani Gunadi, mama satu anak yang tinggal di Menteng, Jakarta Pusat.
Pemecahan misteri: “Semakin muda usia bayi, semakin sulit bagi mereka untuk beralih dari satu kondisi yang membangkitkan semangatnya ke kondisi lain,” kata Gopnik. Sementara orang dewasa bisa secara bertahap mengikuti kantuknya, para bayi justru beralih dari suasana terjaga dan gembira ke kondisi super capek dalam sekejap mata. Perubahan mendadak ini membuat mereka butuh bujukan orang dewasa untuk tenang lagi.

6. “Ngomong apa sih?”
Kayla (sebelas bulan) sering mengeluarkan suara aneh yang diikuti ekspresi tertentu. Kadang dia berpura-pura batuk. Di lain waktu ia malah ‘menggeram’, yang disusul dengan menunjuk sebuah obyek sambil bergumam “Pa-pah!” Tadinya, saya kira ia ingin memanggil papanya. Ketika kami menunjuk ke papanya, dia malah cuek saja,” cerita Joanna Gunawan, mama dua anak yang bermukim di Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Pemecahan misteri: Suara-suara ini adalah satu bentuk dari permainan vokal, yang merupakan bagian dari proses belajar bicara. “Awalnya bayi akan membuat suara semacam ini tanpa disengaja, namun bila orang tuanya terus mendorong, ia akan mencoba dan mencoba lagi,” kata Powers. Semakin banyak jenis suara yang dilontarkan, semakin baik – karena itu adalah persiapan untuk merangkai vokal dan konsonan menjadi suatu kata.
Bahkan cara Kayla menggerakkan tangan dan mengucapkan “Pa-pah!”adalah tahapan tumbuh kembang. “Awalnya, saat berinteraksi dengan Anda, bayi cukup puas dengan tersenyum dan bergumam. Lalu, sekitar usia sembilan bulan, ia mulai ingin tahu seputar apa yang Anda rasakan tentang sesuatu atau orang lain. Ini merupakan langkah untuk belajar bersosialisasi,” Gopnik bertutur. Begitu anak menunjuk-nunjuk dan mengeluarkan suara, sebenarnya ia memberitahu Anda bahwa ia menyadari adanya sesuatu, dan meminta Anda berbagi pendapat tentang hal itu.

7. “Tangannya suka iseng.”
“Saya sering memakai baju dengan belahan di tengah. Tapi anak saya, Della (10 bulan), selalu berusaha merapatkan belahan tersebut. Padahal, ia sedang asyik menyusu botol di pangkuan saya. Mula-mula saya bisa mengalihkan keisengannya dengan menyingkirkan tangannya. Namun, tak lama kemudian tangannya kembali ‘beraksi’. Bete, deh,” cerita Dewi Handayani, mama dua anak, warga Tebet, Jakarta Selatan.
Pemecahan misteri: Anda tahu persis kalau banyak mama secara alami bisa melakukan seabrek tugas sekaligus? Nah, begitu pula dengan beberapa anak. Bayi yang gelisah mungkin butuh aktivitas lain untuk menghibur dirinya selagi menyusu. Jika anak makin sulit dialihkan perhatiannya, ini sinyal kalau pikirannya berkembang pesat, kata Eliot. Lama kelamaan anak akan menyadari bahwa sesuatu akan terus ada, sekalipun tidak terlihat dengan kedua matanya.

8. “Ia kagum sekali dengan tangannya.”
“Bima (enam bulan) senang sekali bermain-main dengan tangannya. Kadang ia melambai-lambai, kadang menutup dan membuka telapak tangan. Ekspresinya suka agak bingung. Bisa jadi dia berpikir, ‘Kok bisa ya, tangan saya membuat gerakan seperti ini?’” cerita Sekar Ningrum, mama satu anak yang tinggal di Jelambar, Jakarta Barat.
Pemecahan misteri: Tepat sekali, seperti itulah yang dipikirkan Bima! “Dia jadi lebih pandai ’mengendalikan’ gerakan tangannya, namun tidak selalu menyadari bahwa dirinyalah yang membuat tungkai dan lengannya bergerak,” kata Powers. “Makanya dia terus menatap tangannya sambil berpikir, ‘Maksud kamu tangan ini tidak bergerak sendiri?’”

9. “Apa yang lucu sih?”
“Cici (tujuh bulan) bisa tertawa terbahak-bahak melihat saya memakai topi besar. Atau tawanya tiba-tiba meledak saat menyaksikan ayahnya naik kursi untuk membetulkan lampu. Apa lucunya ya?” cerita Tiara Ridwan, mama tiga anak yang tinggal di Tomang, Jakarta Barat.
Pemecahan misteri: “Hal yang tak terduga-duga bisa menjadi lucu,” kata Eliot. Cici tahu siapa yang ada di balik topi besar, sehingga menganggapnya sedang melakukan penyamaran yang menggelikan. Dan soal ayah yang naik kursi, mungkin nih, itu bukan hal yang biasa dilakukan ayah. Jadi amat menyenangkannya.

10. “Begitu kipas angin berputar, matanya tidak berkedip.”
“Pertama kali melihat kipas angin di langit-langit berputar, Raya (satu tahun) langsung memperlihatkan ekspresi ngeri. Walau begitu, matanya terus menatap kipas angin itu,” cerita Anneke S., mama dari dua anak yang tinggal di Batu Tulis, Jakarta Pusat.
Pemecahan misteri: “Bayi selalu terpesona pada sesuatu yang bergerak, dan dari perspektif evolusi hal itu bisa dimengerti,” kata Eliot. “Otak kita dirancang untuk keperluan itu – kita mencari predator alias pemangsa, atau hewan buruan. Tak heran bila si kecil (si pemangsa? hewan buruan?) tidak mau melepaskan pandangan dari kipas angin.”

Sandra Dewi Sabet Pendatang Baru Terfavorit IMA



Bak bintang kejora. Ungkapan ini mungkin pas untuk Sandra Dewi. Sebagai pendatang baru kariernya terus meroket. Ini dibuktikan dengan ditahbiskannya artis asal Pangkal Pinang ini sebagai Pendatang Baru Terfavorit dalam malam puncak ajang Indonesian Movie Award di JCC, Jum’at (28/3) malam.

Penampilan apik Sandra dalam film QUICKIE EXPRESS arahan sutradara Nia Dinata berhasil menyisihkan nominator lainnya, seperti Sarah Sechan ( PEREMPUAN PUNYA CERITA), Susan Bachtiar ( PEREMPUAN PUNYA CERITA), Titi Sjuman (MEREKA BILANG SAYA MONYET), Vollan Humongglo ( SANG DEWI), Adadiri Tanpalang (ANAK-ANAK BOROBUDUR) dan Marrio Merdhitia ( COKLAT STROBERI).


Raihan ini tentunya menjadi berkah tersendiri bagi Sandra setelah sempat dihempas kasus foto rekayasa tak sedap.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang berperan di film ini, Nia Dinata dan fans. Piala ini saya persembahkan khusus untuk fans. Ini merupakan pertama kalinya saya main film, pertama kali masuk nominasi dan pertama kali pula mendapatkan piala. Berarti dukungan terhadap saya cukup besar," tuturnya.


Dari awal sampai akhir, Sandra sama sekali tidak mengira dan tidak pernah berpikir akan terpilih dalam salah satu ajang festival film yang diakui oleh insan perfilman Indonesia. Ini mimpi yang menjadi nyata. "Dari awal saya tidak pernah berpikir, apalagi lainnya bagus-bagus dan nominatornya campur-campur. Rasanya luar biasa banget seperti mimpi. Ini impian saya dari kecil dan ini hasilnya," ujar Sandra berbinar.


Pun demikian, Sandra tidak ingin terbebani dengan piala tersebut. Baginya terus berkarya dan menjalin hubungan baik dengan fans adalah hal terpenting. "Meski banyak cobaan, aku hanya bisa berpasrah diri pada Tuhan dan ini adalah hadiah dari Tuhan. Ke depan terus berkarya," pungkasnya. (kpl/wwn/tri

Untuk foto-foto Sandra Dewi klik DISINI


SUMBER: KAPANLAGI.COM

Terapi batu panas (Hot stone massage)




MUNGKIN tidak banyak orang mengetahui bahwa batu bisa bermanfaat untuk kesehatan. Tidak hanya untuk rileksasi, tapi juga bisa menghadirkan keseimbangan spiritual.

Batu yang dipakai pun bukan sembarangan batu, tapi yang khusus untuk perawatan badan. Adalah batu alor, yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Jenis batu ini konon ampuh menghilangkan masuk angin, pegal-pegal, dan untuk melemaskan otot-otot yang tegang.

Biasanya batu ini disertakan dalam perawatan tubuh, yang biasanya dikenal dengan hot stone massage. Salah satu tempat spa yang biasa menggunakan batu panas untuk massage adalah Taman Sari Royal Heritage Spa (TSRHS).

Di TSRHS tamu diberi keleluasaan untuk memanjakan tubuhnya dengan perawatan hot stone massage. Mereka yang berusia dewasa, baik pria maupun wanita bisa menikmati treatment ini kapan saja. Hanya tidak boleh setiap hari, tapi minimal seminggu sekali.

Dalam realisasinya, batu yang akan dipakai dalam treatment memang harus direbus terlebih dahulu. Waktu yang dipakai untuk merebus sekira 10 sampai 15 menit. Lebih dari itu tidak bagus, karena batu akan bertambah panas.

"Batu alor memiliki pori-pori yang tidak terlihat dan berwarna gelap. Sehingga sangat memungkinkan saat direbus batu ini dapat menyimpan panas dengan sempurna," tutur Supervisor Trainning TSRHS Wiwit kepada okezone, Jumat (11/1/2008).

"Batu yang digunakan dalam terapi ini memiliki temperatur panas sekira 36 sampai 29 derajat Celsius," tambahnya.

Selanjutnya Wiwit menjelaskan, batu tersebut bisa diaplikasikan langsung hanya pada bagian tertentu. Misalnya yang paling sering adalah area punggung dan kaki. Aplikasi batuan ini bisa berupa peletakan pada titik-titik tertentu pada dua area tadi ataupun pemijatan titik tersebut menggunakan batuan.

"Kalau batu diletakkan pada punggung, kami biasanya memberikan pijatan dengan alat bantu batu panas di bagian kaki. Begitu juga sebaliknya," pungkas Wiwit yang mengaku hot stone massage paling lama dikerjakan selama 1,5 jam.
(tty)

sumber: okezone.com

Menimbang Ramalan Jayabaya



Mencermati karut-marut kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia dewasa ini mengingatkan kita pada Ramalan Jayabaya. Jauh sebelum bangsa ini terbentuk, Jayabaya telah memberikan ramalan untuk Tanah Jawa. Seruan prediktifnya kian terasa kebenarannya bukan hanya untuk Tanah Jawa, tetapi juga Indonesia sebagai bangsa.

Ramalan Jayabaya yang bernada kelabu pantas dikumandangkan lagi agar kita bisa berkaca diri. Para elite politik dan pemegang tampuk kekuasaan pun selayaknya merefleksi diri atas segala sesuatu yang telah dilakukan, yang seakan-akan justru ”menggenapi” ramalan itu.

Tradisi Jawa mengakui, Ramalan Jayabaya ditulis Jayabaya, Raja Kerajaan Kadiri (1135-1159) yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmmeswara Madhusudanawataranindita Suhrtsingha Parakrama Digjayottunggadewanama.

Gelar yang amat panjang itu tertera pada tiga prasasti batu yang ditemukan dan dikenal sebagai peninggalan sang raja, yakni prasasti Hantang (1135 M), prasasti Talan (1136 M), dan prasasti dari Desa Jepun (1144 M).

Pada zamannya, ditopang kekuatan armada laut yang tangguh, kekuasaannya meluas tidak hanya meliputi Tanah Jawa, tetapi hingga pantai Kalimantan. Bahkan, Ternate pun menjadi kerajaan subordinat kerajaannya.

”Wolak-waliking zaman”

Sebagai raja dan pujangga, Jayabaya memandang jauh ke depan dengan mata hati dan perasaan. Ia meramalkan keadaan kacau balau, yang disebutnya sebagai wolak-waliking zaman. Keadaan zaman serba jungkir balik.

Keadaan wolak-waliking zaman terjadi karena akeh janji ora ditetepi. Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe. Manungsa padha seneng nyalah. Ora nindakake hukum Allah. Barang jahat diangkat-angkat. Barang suci dibenci.

Sungguh mendasar prediksi Jayabaya terhadap perilaku sosio-politik. Bukankah dewasa ini ramalannya kian terbukti? Banyak orang ingkar janji, melanggar sumpah jabatan, dan senang berbuat salah, saling melempar kesalahan! Hukum Allah diabaikan. Yang jahat diangkat-angkat, yang suci dibenci.

Tidakkah perilaku ”oknum” anggota legislatif, eksekutif, dan yudikatif ”menggenapi” ramalan itu? Tengoklah rakyat yang terus-menerus harus gigit jari karena janji-janji yang diberikan para elite politik dan kekuasaan dicampakkan, habis manis sepah dibuang.

Kasus lumpur Lapindo, penggusuran, pembunuhan aktivis pembela HAM, dan banyak kasus lain serupa pun amat relevan dan signifikan ditempatkan dalam bingkai ramalan itu!

Ramalan Jayabaya pun menjadi kebenaran: Wong bener thenger-thenger (yang benar termangu-mangu tak habis berpikir karena dipersalahkan dan tidak diperhitungkan). Wong salah bungah (yang salah gembira ria). Wong apik ditampik-tampik (orang baik ditolak-ditampik). Wong jahat munggah pangkat (yang jahat naik pangkat). Itulah tanda wolak-waliking zaman.

Wolak-waliking zaman terjadi di bidang hukum dan keadilan. Banyak keputusan hukum mengabaikan rasa keadilan (ukuman Ratu ora adil) akibat keanehan kekuasaan yang jahat (akeh pangkat sing jahat lan ganjil), tebar pesona di atas penderitaan rakyat (akeh kelakuan sing ganjil).

Absennya nurani

Keadaan zaman yang jungkir balik merupakan akibat dari absennya nurani dalam hidup manusia. Tiada lagi kepekaan. Tata susila pun diabaikan (kasusilan ditinggal). Ini terindikasikan pada perilaku manusia yang sudah lali kamanungsan (lupa pada aspek kemanusiaan), perikemanusiaan kian hilang (prikamanungsan saya ilang). Bahkan, prikamanungsan diiles-iles, perikemanusiaan diinjak-injak!

Absennya nurani berdampak pada praktik korupsi dan segala akarnya. Menurutnya: Akeh manungsa mung ngutamake dhuwit. Luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe. Kepingin urip mewah. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.

Ramalan ini pun menjadi kenyataan: banyak orang mengutamakan uang, maka mulai menipu dan korupsi. Inginnya kaya-raya, tanpa kerja keras, melampiaskan keserakahan, menghalalkan segala cara.

Lebih dari itu, tiadanya nurani yang mengarahkan kehidupan manusia membuat manusia kian durhaka. Angkara murka ngambra-ambra (angkara murka kian merajalela), akeh wong angkara murka (banyak orang angkara murka), nggedhekake duraka (membesar-besarkan durhaka).

Membaca Ramalan Jayabaya, rasa hati ini kian teriris menangis. Masih banyak ratusan kalimat prediktif bernada negatif lain yang diserukan Jayabaya. Merenungkan ramalannya, kian tergambar jelas keadaan Indonesia saat ini yang terpuruk oleh keadaan zaman yang jungkir balik karena orang tidak lagi mengedepankan hati, kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran.

Kita pun tidak tahu lagi, entah kapan Ramalan Jayabaya itu tidak lagi terbukti untuk sepak terjang kehidupan bernegara dan berbangsa di republik ini!

Sumber:Kompas.com
Aloys Budi Purnomo Rohaniwan; Pemimpin Redaksi Majalah Inspirasi, Lentera yang Membebaskan-Semarang

Masakan Tengkleng khas Solo Jawa Tengah



Selain Nasi Liwet, makanan khas di Kota Solo yang sangat terkenal adalah Tengkleng. Beda dengan gulai kambing, Tengkleng tidak dimasak dengan santan. Dengan demikian, bagi yang takut akan kolesterol, paling tidak masakan ini aman dikonsumsi karena tingkat kolesterolnya lebih rendah dibanding sate atau gulai kambing. Dan yang menarik, masakan ini dibuat dari tulang-tulang kambing yang masih ada sisa-sisa dagingnya. Tulang kambing bahkan suka diborong pembeli karena sumsum di dalam tulangan dinilai lebih nikmat.

Salah satu warung Tengkleng yang sangat terkenal di Kota Solo adalah Warung Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer. Letaknya memang berada di Pasar Klewer, tetapi tidak di dalam pasar, yakni menempati salah satu sudut di bawah gapura pasar. Tempatnya juga tidak mewah, hanya berupa bangku panjang dengan kursi panjang dan letaknya juga di sudut yang agak menjorok ke dalam.

Tetapi soal terkenal, jangan ditanyakan lagi. Bahkan pembeli pun tidak jarang rela menunggu di tempat itu sampai penjualnya datang. Pasalnya, Bu Edi (65 tahun), penjual Tengkleng di Pasar Klewer itu baru buka sekitar pukul 14.00 WIB. Tak jarang pembeli kecele. Pasalnya, Tengkleng Bu Edi itu akan segera diserbu pembeli dan habis dalam jangka dua jam saja.

Bahkan pada bulan puasa seperti saat ini warung Bu Edi juga selalu dipenuhi pembeli. Sebagian di antara mereka memilih untuk dibungkus untuk dibawa pulang sebagai hidangan berbuka puasa.

Untuk makan Tengkleng memang ada seni tersendiri, sebab penikmat masakan ini harus memilih bagian tulang yang masih ada dagingnya. Dan untuk bisa mendapatkan sumsum yang sangat nikmat, mereka harus mengisapnya langsung dari tulang hingga keluarlah sumsum yang sangat lezat itu.

Warung Tengkleng Bu Edi ini sangat terkenal sejak tahun 1971, saat dirinya mulai merintis usaha ini. Setiap siang Bu Edi dibantu salah satu anaknya membawa barang dagangan dari rumahnya di Kampung Yosodipuran RT 01/03 Kedunglumbu, Pasar Kliwon Solo, dengan menggunakan becak. Setelah ditata di atas meja panjang, pembeli yang sudah lama menunggu langsung memesan.

Jangan bayangkan makan nasi Tengkleng dengan menggunakan piring. Di warung Bu Edi ini pembeli dilayani dengan menggunakan pincuk atau tempat yang dibuat dari daun pisang. Sendok yang digunakan juga sendok plastik. Sangat sederhana, memang. Tetapi tentang rasanya, melebihi rasa masakan dari rumah makan terkenal sekalipun di Kota Solo ini.

"Dalam satu hari kami menghabiskan sebanyak enam ekor kambing. Sebenarnya untuk memasaknya tidak memerlukan waktu yang lama, hanya butuh waktu dua jam. Namun, yang lama adalah untuk membersihkan daging dan memilih serta memisahkan daging kambing," kata wanita berputra lima ini.

Tulang yang masih ada tersisa dagingnya dipisahkan dari daging dan juga jeroan, seperti babat, usus, dan juga lidah kambing. Pasalnya, tidak semua pembeli menyukai semua bagian kambing. Setelah dipisahkan, lansgung dimasak selama dua jam, dan ditempatkan di enam panci besar.

"Saya lebih suka bagian lidah, rasanya empuk. Sebenarnya suka juga sumsum, tetapi kalau sumsum cepat sekali habis, karena banyak yang beli," ujar Tatik, salah satu pembeli yang selalu menyempatkan diri makan di Warung Tengkleng Bu Edi ini.

Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 7.500, pembeli bisa langsung menikmati nasi Tengkleng yang lezat. Saat disinggung bumbu yang digunakan untuk memasak Tengkleng ini, Bu Edi menegaskan tidak ada resep khusus yang disembunyikan. "Semuanya sama seperti yang lain membuat Tengkleng. Kalau ini lebih dikenal, ya mungkin karena saya yang pertama kali berjualan di sini," ujarnya.

Terkenal dengan rasanya yang enak, tidak jarang Bu Edi mendapatkan pesanan dari hotel-hotel besar di Solo, rumah makan, dan juga usaha katering. Pembeli yang datang ke warung ini tidak saja mereka yang mampir setelah berbelanja di Pasar Klewer, tetapi sering pembeli yang sengaja datang ke sana untuk merasakan masakan ini. (Endang Kusumastuti)

Sumber:www.suarakarya-online.com

Dilema pulau Jawa




Pulau Jawa adalah pulau terpadat di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara
(lihat gambar). Luas Pulau Jawa 6,9 persen luas daratan seluruh
Indonesia. Namun, jumlah penduduknya 60 persen dari penduduk
Indonesia. Jacub Rais

Menurut data resmi Bakosurtanal, luas Pulau Jawa adalah 132.187 km
persegi dan luas total daratan Indonesia adalah 1.919.443 km persegi.

Jumlah penduduk di Pulau Jawa pada tahun 1990, menurut Agenda 21
Indonesia yang diterbitkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup 1997,
adalah 107.515.322 jiwa dari jumlah total penduduk Indonesia pada
tahun tersebut sebanyak 179.243.375 jiwa, atau 60 persen penduduk
Indonesia hidup di Pulau Jawa. Ini berarti kepadatan penduduk di Jawa
adalah 813 orang per km persegi. Kepadatan penduduk di Pulau Jawa ini
sebenarnya juga sudah terjadi sejak Gubernur Jenderal Thomas Raffles
(1820-1830) dalam tulisannya pada 1826, The History of Java, Volume I,
halaman 68-72, yang mengatakan bahwa 60 persen penduduk Indonesia
hidup di Pulau Jawa yang merupakan 6,95 persen dari luas daratan
Indonesia. Rasio ini tidak berubah sejak tahun 1920 ketika penduduk
Pulau Jawa hanya 34,4 juta, yang kemudian berkembang menjadi 41,7 juta
(1930), 48,4 juta (1940), dan 60 juta (1950).

Prediksi dalam Agenda 21 Indonesia, pada tahun 2020 penduduk Indonesia
akan mencapai 254.214.909 jiwa dan penduduk Pulau Jawa akan berkembang
menjadi 144.214.909 jiwa atau kepadatan penduduk menjadi 1091 orang
per km persegi. Ini berarti 57,7 persen penduduk Indonesia hidup di
6,9 persen lahan daratan. Kita juga tahu bahwa tidak semua daratan
dapat digunakan karena berupa gunung dan bukit yang ditutupi hutan
lindung, atau topografi terjal yang tidak dapat dimanfaatkan, bahkan
sebagian besar harus dilindungi untuk menjaga keseimbangan hidrologis.

Masalah kota Jakarta dengan jumlah penduduk pada siang hari katanya
sekitar 11,4 juta pada tahun 2001 telah makin membuat kesemrawutan
lalu lintas, penduduk yang mendiami bantaran sungai, kolong jembatan,
masalah jalur hijau, pedagang kaki lima, masalah banjir yang kronis,
masalah kesehatan, dan lain-lain. Menurut prediksi, kota Jakarta yang
berpenduduk lebih dari 10 juta ini pada tahun 2015 akan mencapai 17,3
juta penduduknya. Bagaimana mengatasinya?



Dari rasio penduduk terhadap ketersediaan lahan yang makin kecil,
Pulau Jawa sampai tahun 2020 akan terus-menerus menghadapi degradasi
lingkungan, seperti ketidakseimbangan hidrologis (keterbatasan
tersedianya air, banjir, longsor), lingkungan hidup makin kumuh di
bantaran-bantaran sungai, pantai, dan urbanisasi semakin meningkat
karena kehidupan di tanah-tanah pertanian tidak memberi harapan yang
baik, meningkatnya konversi lahan pertanian menjadi lahan nonpertanian
(perumahan, industri, pusat-pusat jasa), meningkatnya konsumsi beras
dengan bertambahnya penduduk "sedangkan luas lahan pertanian tidak
berubah, malah berkurangâ€"juga meningkatnya aspek sampingan dari
kepadatan dan kemiskinan penduduk, seperti kesehatan, kriminalitas,
dan pengangguran.

Dalam prediksi Agenda 21 Indonesia, kebutuhan beras akan meningkat
dari 27,2 juta ton pada 1992 menjadi 45,1 juta ton pada 2018. Ini
memerlukan pembukaan lahan sawah baru sebesar 11,2 juta hektar (di
luar Jawa) pada 2018 jika ingin mempertahankan swasembada beras.

Perambahan hutan telah terjadi dengan laju yang menakutkan akibat
kebutuhan lahan bagi penduduk setempat maupun pendatang untuk tempat
hidup dan berladang. Keadaan ini mempunyai dampak terhadap
meningkatnya laju erosi dan tingkat sedimentasi yang ditranspor
melalui sungai-sungai sehingga hampir semua sungai besar di Pulau Jawa
tercemar oleh sedimen, ditambah dengan sisa-sisa nutrien dan polutan
dari sumber-sumber point and non-point sources yang berada di sekitar
sungai (permukiman, industri, pertanian, peternakan, dan sebagainya).
Sedimen, polutan, dan nutrien yang mengalir di sungai akan menurunkan
kualitas air sehingga menurunkan pula daya dukungnya terhadap biota
laut di daerah-daerah estuaria, lahan basah, delta di daerah hilir.

Ada ancaman lain yang datangnya dari luar (di luar kehendak manusia),
seperti proses-proses endogenetik (dari dalam tubuh Bumi) dan
eksogenetik (dari luar tubuh Bumi, seperti dari atmosfer dan
hidrosfer), antara lain:

(1) Bencana kebumian, karena Pulau Jawa sebagai pulau vulkanik dan
seismik aktif, dan berada pada tepian lempeng tektonik Eurasia yang
ditunjam oleh lempeng tektonik Australia dari selatan, sehingga gempa,
tsunami, dan letusan gunung api sudah menjadi bagian dari ritme fisik
Indonesia, termasuk pulau di Jawa.

(2) Naiknya muka laut akibat pemanasan global. Kalau prediksi IPCC
(1992) menjadi kenyataan bahwa secara global muka laut akan naik pada
akhir abad ini sampai 1 meter, jika tidak ada usaha-usaha manusia di
planet ini (business as usual) meredam emisi karbondioksida pada 2025.
Jikapun ada usaha-usaha tersebut, muka air laut masih akan naik dengan
prediksi 60 cm pada akhir abad ke-21 ini (WCC 1993). Kedua angka
tersebut, 1 m atau 60 cm, akan membuat sebagian dataran rendah
Indonesia hilang (tergenang, inundated), termasuk pantura Pulau Jawa.
Bagi pantura Jawa, banjir akan menjadi fenomena yang kronis, yang
dapat menyengsarakan rakyat, tanpa manusia dapat berbuat sesuatu
secara signifikan.

Ada dua hal yang harus dilakukan di Pulau Jawa dalam jangka menengah,
yaitu:

1. Masalah sampah
a. Sampah adalah produk dari kehidupan dan pembangunan.

b. Memerlukan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

c. Menjadikan sampah dari gangguan (nuisance) menjadi potential
resources. Perlu program nasional untuk itu.

2. Masalah Penataan Ruang

a. Penataan ruang Pulau Jawa secara sinergis antara provinsi-provinsi
di Pulau Jawa dan provinsi-provinsi luar Jawa. Terapkan Penataan Ruang
Darat-Laut Terpadu.

b. Jadikan Agenda 21 Indonesia sebagai acuan pembangunan
nasional/daerah/kota (kalau perlu ada revisi agenda tersebut)

c. Strategi Pengembangan Wilayah (untuk meningkatkan daya dukung
daratan dan lautan) bagi meningkatkan kemakmuran dengan
memperhitungkan dinamika atmosfer.

Sebagai catatan, tidak ada satu provinsi pun di Pulau Jawa yang boleh
menata ruangnya secara sendiri-sendiri. Butuh keterpaduan antara
provinsi-provinsi yang berbatasan langsung maupun tidak langsung.

Pulau Jawa memerlukan satu strategi terpadu dalam menata ruangnya,
yaitu bagaimana menangani penduduk yang padat dan bagaimana
mendistribusikan penduduk secara merata ke seluruh Indonesia.

Untuk dapat mengurangi penduduk Pulau Jawa minimal 2 juta per tahun,
diperlukan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan di pulau-pulau besar
dan kecil di luar Pulau Jawa, berbasis industri agromaritim. Rencana
strategis ini perlu didukung oleh tata ruang terpadu antara pusat dan
daerah serta antara darat dan laut untuk mengurangi tekanan penduduk
terhadap lahan di Pulau Jawa. Jika penduduk Jakarta mencapai 17,3 juta
pada tahun 1015, bagaimana bentuk penataan Jakarta? Tentang
supermegapolitan?

Pengembangan sumber daya energi bersih lingkungan perlu dikembangkan
dan diterapkan secara konsekuen, seperti tenaga energi listrik dari
surya dan angin.

Lihat saja, Amerika Serikat sendiri telah memutuskan energi pada 2050
akan seluruhnya bertumpu pada energi surya (solar energy) dan energi
udara (Zweibel et al. 2008).

Sumber: JACUB RAIS Guru Besar Emeritus ITB; Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan
Indonesia (AIPI)

"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Please "Click " on this pictures or text below :

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :