Monday, December 3, 2007

5 tips merespon lawan bicara





Setiap Anda adalah komunikator. Anda telah menjadi komunikator sejak
Anda lahir. Sebagai komunikator, Anda mulai memanfaatkan bentuk komunikasi verbal dan lisan, saat Anda mulai bisa berbicara. Itu mungkin saat Anda menginjak usia 1,5 atau 2 tahun.
Jadi, jam bicara Anda pasti sudah tinggi. Mungkin 20 sampai 40 tahunan, betul bukan?

Pernahkan Anda memperhatikan diri Anda sendiri, dan kemudian
menyimpulkan, bagaimana kebiasaan dan gaya Anda saat berbicara dengan orang lain?
Bagaimana Anda merespon lawan bicara Anda? Secara umum, kebiasaan dan
gaya Anda itulah yang "menciptakan" Anda saat ini. Itulah diri Anda sebagai komunikator. Bahkan, itulah diri Anda sebagai manusia sosial seutuhnya.



Ada lima gaya yang mendasar, dalam merespon komunikasi dari orang yang Anda dengar bicaranya.



1. MENASEHATI DAN MENGEVALUASI

Yaitu kebiasaan merespon komunikasi, dengan kecenderungan menasehati dan mengevaluasi lawan bicara. Di satu sisi, gaya ini adalah gaya yang paling umum ditemui. Di sisi yang lain, gaya ini justru merupakan gaya yang paling rendah nilai kontribusinya, untuk efektifitas berkomunikasi. Jadi bisa kita bayangkan, betapa kita selama ini sangat tidak efektif dalam
berkomunikasi.


Gaya ini dapat:

- Menciptakan sensasi bahwa pendengar telah mendisain responnya secara tidak alamiah, dan sekaligus mengungkapkan bahwa pendengar kurang cukup menyimak.

- Mengindikasikan bahwa pendengar merasa superior dibanding pembicara, dan akhirnya membuat pembicara merasa inferior.

- Menjadi cara yang efektif, justru untuk menghindar atau tidak terlibat dengan pembicara atau persoalan pembicara. Jika Anda terperosok untuk mengevaluasi dan memberi nasehat tanpa diminta, maka Anda justru bukan ingin menolongnya, melainkan ingin segera lepas dari persoalannya.


Contoh:

"Kamu selalu saja membeli barang impor! Apa yang perlu kamu beli adalah barang yang asli buatan Indonesia, toh kualitasnya juga tidak kalah."

"Sepertinya Anda terjebak dan terikat dalam persoalan itu. Apa yang perlu kamu lakukan adalah berupaya melakukan aktivitas lain, dan berkenalan dengan orang banyak, dan membina hubungan-hubungan yang baru."



Gaya ini cocok untuk:

- Situasi bicara di mana pembicara memang meminta nasehat dan evaluasi dari pendengar.




2. MENGANALISIS DAN MENGINTERPRETASI

Dengan gaya ini, pendengar cenderung "menggurui" atau "ingin menjadi guru". Dengan gaya ini, pendengar mencoba mengatakan persoalan yang dihadapi lawan bicaranya, atau bahkan mengatakan tentang perasaan lawan bicara tersebut, berkaitan dengan suatu persoalan.


Gaya ini dapat:

- Membuat pembicara mengaktifkan mode bertahan.
- Mematikan semangat pembicara untuk lebih jauh menceritakan pikiran dan perasaannya.
- Mengimplikasikan bahwa pendengar merasa lebih tahu tentang isu yang dibicarakan, ketimbang pembicara itu sendiri.

Contoh:

"Apa yang Anda kerjakan mungkin membuat Anda bosan, dan dengan demikian Anda terusmenerus melakukan penundaan."

"Pernahkah kamu berpikir bahwa kamu benar-benar marah, dan itulah sebabnya kamu menjadi depresi? Sebab kamu tahu, depresi adalah sebentuk kemarahan pada diri sendiri."

Gaya ini cocok untuk:

- Situasi bicara di mana pembicara tidak dapat menentukan atau memutuskan perasaannya, atau pembicara memang meminta interpretasi dari pendengarnya.




3. MEMPERKUAT DAN MENDUKUNG

Gaya ini biasanya dibawakan untuk menunjukkan, bahwa pendengar menaruh simpati pada persoalan pembicara. Pendengar ingin lebih meyakinkan sebagai pendengar, dan ingin membantu menurunkan intensitas perasaan yang dialami pembicara.

Gaya ini dapat:

- (Justru) mengabaikan perasaan pembicara yang sesungguhnya.
- Mengungkapkan bahwa pendengar sebenarnya berkata, *"Tidak semestinya kamu berperasaan seperti ini."
- Mengkomunikasikan adanya kesenjangan minat atau rasa pengertian yang murni dari pendengar.


Contoh:

"Nggak usah terlalu dipikirin. Telat itu mah udah biasa kok. Ini kan Indonesia."

"Orangtua kamu pasti akan mengerti kalo kamu menjelaskannya."

Gaya ini cocok untuk:

- Situasi bicara di mana pembicara mengindikasikan kebutuhan untuk didukung dan diyakinkan, atau pembicara memang meminta pertolongan dalam rangka mengubah perilakunya.




4. BERTANYA DAN PROBING


Menanyakan pertanyaan klarifikasi, dapat mengindikasikan bahwa pendengar menginginkan informasi lebih jauh tentang suatu isu. Probing -- pertanyaan yang menggiring, jika dilakukan terlalu dini atau terlalu sering, akan mendorong pembicara mengikuti alur berpikir tertentu, atau menjebaknya pada kesimpulan yang sesuai dengan kehendak pendengar.



Gaya ini dapat:

- Mendistraksi pemahaman pendengar, dari apa yang sesungguhnya dikatakan oleh pembicara.
- Mengarahkan komentar pembicara, ke arah yang diinginkan oleh pendengar.
- Memunculkan informasi yang relevan, dan menyingkirkan informasi yang tidak relevan.
- Menempatkan pembicara ke dalam mode bertahan, bila dibawakan dengan pertanyaan yang berbasis *"mengapa?".



Contoh:

"Bisakah Anda ceritakan lebih jauh tentang hal itu?"

"Mengapa Anda terus melakukannya, padahal Anda tahu itu tidak baik untuk Anda?"

"Apa olah raga favorit Anda? Berapa banyak waktu yang Anda sisihkan untuk melakukannya? Apakah Anda cukup baik melakukannya? Dengan siapa Anda melakukannya?"



Gaya ini cocok untuk:

- Situasi bicara di mana pendengar memang benar-benar ingin mengerti, apa yang dikatakan atau dimaksud oleh pembicara.
- Mendorong pembicara mengembangkan apa yang ingin dikatakannya, jika pendengar menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka. Bukan hanya sekedar "ya" atau "tidak".
- Mengklarifikasi 5W dan 1H dari komentar pembicara.




5. MENGERTI DAN PARAPHRASING

Respon ini adalah respon yang paling sulit dilakukan. Respon ini menuntut keahlian yang tinggi untuk mendengar secara aktif. Respon ini merupakan ungkapan dari keinginan pendengar, untuk benar-benar memahami pikiran dan perasaan pembicara.

Gaya ini dapat:

- Meyakinkan pembicara bahwa pendengar memang menyimak dan mengerti.
- Membantu pembicara mengklarifikasi dan mengerti apa yang telah
dikatakannya.
- Menciptakan efek nyaman dan tenang.

Contoh:

"Mari kita lihat apakah Saya sudah menangkap dengan benar. Anda merasa depresi karena Anda tidak puas dengan pekerjaan Anda. Anda berpikir bahwa bersekolah lagi adalah suatu pilihan yang bagus, dan Anda bingung harus bagaimana. Begitu?"*

"Anda merasa marah karena kakakmu menggoda kamu. Kamu ingin ia berhenti menggoda, sehingga kamu tidak perlu merasa dipermalukan. Begitu ya?"



Gaya ini cocok untuk:

- Situasi bicara di mana pendengar merasa kurang mengerti secara lengkap, apa yang dibicarakan oleh pembicara.
- Situasi bicara di mana pendengar ingin mengklarifikasi dan mendapat gambaran menyeluruh dari apa yang didengarnya.
- Membantu pembicara dalam memperjelas tentang apa yang dibicarakannya.
- Mencapai pemahaman yang lebih dalam dari sekedar apa yang terucap dari mulut pembicara.





KESIMPULAN

Anda telah melihat dan merasakan, betapa berkomunikasi dengan baik itu berat dan sulit. Anda tahu bagaimana susahnya memberi respon yang tepat dan bijak dalam setiap situasi bicara.

Benar bahwa kita perlu terus memperbaiki cara berkomunikasi. Adalah baik jika kita terus meningkatkan kualitas bicara sehingga lebih konstruktif.

Namun demikian, yang manapun kebiasaan dan gaya Anda saat ini, Anda tetap perlu berbesar hati. Kita semua punya kendala yang sama. Teruslah belajar.
Sebab, di luar semua kualitas respon itu, ada satu hal yang sangat penting dan lebih mudah Anda lakukan. Manapun yang menjadi kebiasaan dan gaya merespon Anda, yang penting bukanlah APA gayanya, melainkan BAGAIMANA Anda melakukannya.

Berkomunikasi bukanlah tentang APA melainkan tentang BAGAIMANA.

Teruslah belajar. Marilah kita terus belajar untuk meningkatkan kualitas kita dalam berbicara.

Marilah belajar bersama memahami fenomena berbicara.








SHARE ARTIKEL INI KE TEMAN-TEMAN ,.....




Temukan bacaan UNIK, menarik, aneka informasi unik menarik lainnya.. seputar wisata,kuliner,kesehatan,gaya hidup, Info hiburan dll. ! Situs yang pas sebagai teman “online” anda di internet setiap hari… Hanya di “BLOG BERITA HARIANKU “ disini: http://www.beritaharianku.blogspot.com




.



No comments:

"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Please "Click " on this pictures or text below :

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :