Saturday, April 5, 2008

Masakan Tengkleng khas Solo Jawa Tengah



Selain Nasi Liwet, makanan khas di Kota Solo yang sangat terkenal adalah Tengkleng. Beda dengan gulai kambing, Tengkleng tidak dimasak dengan santan. Dengan demikian, bagi yang takut akan kolesterol, paling tidak masakan ini aman dikonsumsi karena tingkat kolesterolnya lebih rendah dibanding sate atau gulai kambing. Dan yang menarik, masakan ini dibuat dari tulang-tulang kambing yang masih ada sisa-sisa dagingnya. Tulang kambing bahkan suka diborong pembeli karena sumsum di dalam tulangan dinilai lebih nikmat.

Salah satu warung Tengkleng yang sangat terkenal di Kota Solo adalah Warung Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer. Letaknya memang berada di Pasar Klewer, tetapi tidak di dalam pasar, yakni menempati salah satu sudut di bawah gapura pasar. Tempatnya juga tidak mewah, hanya berupa bangku panjang dengan kursi panjang dan letaknya juga di sudut yang agak menjorok ke dalam.

Tetapi soal terkenal, jangan ditanyakan lagi. Bahkan pembeli pun tidak jarang rela menunggu di tempat itu sampai penjualnya datang. Pasalnya, Bu Edi (65 tahun), penjual Tengkleng di Pasar Klewer itu baru buka sekitar pukul 14.00 WIB. Tak jarang pembeli kecele. Pasalnya, Tengkleng Bu Edi itu akan segera diserbu pembeli dan habis dalam jangka dua jam saja.

Bahkan pada bulan puasa seperti saat ini warung Bu Edi juga selalu dipenuhi pembeli. Sebagian di antara mereka memilih untuk dibungkus untuk dibawa pulang sebagai hidangan berbuka puasa.

Untuk makan Tengkleng memang ada seni tersendiri, sebab penikmat masakan ini harus memilih bagian tulang yang masih ada dagingnya. Dan untuk bisa mendapatkan sumsum yang sangat nikmat, mereka harus mengisapnya langsung dari tulang hingga keluarlah sumsum yang sangat lezat itu.

Warung Tengkleng Bu Edi ini sangat terkenal sejak tahun 1971, saat dirinya mulai merintis usaha ini. Setiap siang Bu Edi dibantu salah satu anaknya membawa barang dagangan dari rumahnya di Kampung Yosodipuran RT 01/03 Kedunglumbu, Pasar Kliwon Solo, dengan menggunakan becak. Setelah ditata di atas meja panjang, pembeli yang sudah lama menunggu langsung memesan.

Jangan bayangkan makan nasi Tengkleng dengan menggunakan piring. Di warung Bu Edi ini pembeli dilayani dengan menggunakan pincuk atau tempat yang dibuat dari daun pisang. Sendok yang digunakan juga sendok plastik. Sangat sederhana, memang. Tetapi tentang rasanya, melebihi rasa masakan dari rumah makan terkenal sekalipun di Kota Solo ini.

"Dalam satu hari kami menghabiskan sebanyak enam ekor kambing. Sebenarnya untuk memasaknya tidak memerlukan waktu yang lama, hanya butuh waktu dua jam. Namun, yang lama adalah untuk membersihkan daging dan memilih serta memisahkan daging kambing," kata wanita berputra lima ini.

Tulang yang masih ada tersisa dagingnya dipisahkan dari daging dan juga jeroan, seperti babat, usus, dan juga lidah kambing. Pasalnya, tidak semua pembeli menyukai semua bagian kambing. Setelah dipisahkan, lansgung dimasak selama dua jam, dan ditempatkan di enam panci besar.

"Saya lebih suka bagian lidah, rasanya empuk. Sebenarnya suka juga sumsum, tetapi kalau sumsum cepat sekali habis, karena banyak yang beli," ujar Tatik, salah satu pembeli yang selalu menyempatkan diri makan di Warung Tengkleng Bu Edi ini.

Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 7.500, pembeli bisa langsung menikmati nasi Tengkleng yang lezat. Saat disinggung bumbu yang digunakan untuk memasak Tengkleng ini, Bu Edi menegaskan tidak ada resep khusus yang disembunyikan. "Semuanya sama seperti yang lain membuat Tengkleng. Kalau ini lebih dikenal, ya mungkin karena saya yang pertama kali berjualan di sini," ujarnya.

Terkenal dengan rasanya yang enak, tidak jarang Bu Edi mendapatkan pesanan dari hotel-hotel besar di Solo, rumah makan, dan juga usaha katering. Pembeli yang datang ke warung ini tidak saja mereka yang mampir setelah berbelanja di Pasar Klewer, tetapi sering pembeli yang sengaja datang ke sana untuk merasakan masakan ini. (Endang Kusumastuti)

Sumber:www.suarakarya-online.com

2 comments:

Zololkis said...

See Please Here

tri a. said...

permisi ngopi informasinya ya..
terima kasih banyak..

"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Please "Click " on this pictures or text below :

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :