Monday, June 23, 2008

China Membidik Produk Merk Dunia



"Jangan buang waktu, anak muda. Saya jamin kau tidak akan menemukan buatan China di sini," kata pemilik toko pakaian Cesari. Toko ini terletak di New Bond Street, London, lokasi toko dan butik yang menjual sebagian dari barang-barang mewah dunia. Bernini, Hugo Boss, D&G, Gucci dan Velentino adalah merk internasional yang dengan mudah bisa ditemukan dalam satu kali perjalanan belanja di sana.



Di toko Bernini, seorang penjaga toko dengan sabar menunjukkan koleksi jas mahal, yang semuanya memiliki tanda made in Italy. Hal yang sama ditemui di toko lain, bahwa harga yang mahal selalu diikuti dengan tanda asal negara yang ekslusif. Lalu kenapa tidak ada barang buatan China, raksasa ekonomi yang sedang merambah naik dan dikenal dengan industri tekstil yang sedang menjamur?

Tidak jauh dari New Bond Street Anda akan sampai ke bagian timur Oxford Street yang populer, dan di tempat ini kemewahan hilang dan harga pun jatuh dengan drastis. Dengan harga hanya beberapa poundsterling, toko-toko di lokasi ini memiliki sasaran konsumen kelas menengah ke bawah dan kebanyakan pakaian yang paling murah harganya adalah buatan China, walau tanpa embel-embel made in China.

Merk-merk terkenal asing seperti Louis Vuitton, Prada dan Giorgio Armani telah hadir di China dan mereka dilaporkan telah menyusun rencana yang lebih ambisius.

"Hal pertama yang ditanyakan oleh pembeli China adalah apa yang paling mahal di toko ini?" ujar seorang pedagang China.

Asosiasi Strategi Merk China mengeluarkan data yang menunjukkan bahwa sekitar 175 juta warga China atau 13 persen dari populasi negara itu, kini bisa membeli barang-barang mewah. Pada tahun 2010, angka itu diperkirakan akan mencapai 250 juta orang, yang diambil dengan asumsi pertumbuhan tahunan mencapai 20 persen dalam lima tahun.

"Tidak diragukan bahwa China adalah pasar yang menjanjikan, dengan Pendapatan Domestik Bruto yang berkembang cepat dan generasi muda yang dengan cepat memiliki selera untuk membeli barang-barang mewah," ujar Michele Norsa, direktur Valentino.

"Para pelanggan kemungkinan menganggap barang produksi China dibuat dengan biaya murah dan mutu yang rendah. Pembeli masih menginginkan hal yang berbau made in Italy atau Made in France," ujar Norsa.





Para pengamat mengatakan banyak perusahaan China, yang masih menyesuaikan diri dengan dorongan pemerintah untuk menumbuhkan ekonomi berorientasi pasar, belum sadar benar dengan kepentingan memiliki merk yang terkenal secara internasional. "Membangun merk seperti itu memerlukan banyak sumber daya, seperti waktu, keahlian dan dana," ujar Dennis Zhang, seorang peneliti di Beijing.

"Masalah sebenarnya adalah, bahkan jika mereka memiliki sumber daya pun, mereka kemungkinnan tidak sabar untuk mengejar sukses dalam waktu lama," katanya.

Lemahnya perlindungan hak intellectual property, masih merupakan penghalang pembuatan merk. Para pengusaha China berprinsip, sebelum sebuah merk menjadi terkenal, versi palsunya yang sangat mirip namun kualitasnya rendah, bisa jauh lebih menguntungkan secara finansial. "Perusahaan-perusahaan China harus bekerja keras untuk mengubah keadaan ini," ujar Zhang.

Ada pepatah di China bahwa bunga buatan sendiri tidak seharum bunga-bunga yang ditanam di tempat lain, dan ada keyakinan yang sudah mendarah daging bahwa barang-barang buatan lokal tidak bagus.

Namun tidak semua pengusaha China hanya membidik pasar dalamnegeri. Sejumlah merk dalam negeri China telah membuat terobosan. Contohnya adalah minuman keras yang dipuji dan berharga mahal, Maotai, bisa dengan mudah menjadi merk mewah China pertama di pasar dunia.

Shanghai Tang, merk pakaian untuk pasar eksklusif tidak dikenal di China daratan, namun kini semakin populer di Hong Kong.

Sejumlah pembuat barang mewah internasional dilaporkan sedang mempertimbangkan memindahkan lokasi produksi barang seperti pakaian kasual dan barang-barang kulit ke China.



Para pengamat memperkirakan bahwa barang-barang mewah buatan China bisa mengakar di butik-butik eksklusif Paris dalam beberapa dekade. Dan hal yang sama akan juga terjadi di New Bond Street, London. (BBC/Adi)

"SHARE " ARTIKEL INI KE TEMAN -TEMAN ANDA :

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

"Klik di gambar atau tulisan2 diatas/dibawah ini ! "/"Click on Pictures or Text on above/below " :

.

Please "Click " on this pictures or text below :

Pasang banner iklan anda disini ..Hanya Rp 10 rb/BULAN ! . Hub Andi email aeroorigami @yahoo.com :

create your own banner at mybannermaker.com!

SELAMAT DATANG ...

DI SITUS BLOG.. BERITA HARIANKU ..


Situs blog “Berita harianku” adalah situs blog yang berisi aneka informasi meliputi: berbagai macam artikel menarik dan unik yang diambil dari berbagai situs, informasi berita harian dari berbagai situs : kompas, liputan 6, detik, media Indonesia , antara, tempo dll, juga terdapat aneka link situs informasi seputar kesehatan, pengetahuan, kuliner, wisata, serta info-info menarik lainnya yang bermanfaat untuk Anda.

Situs blog “Berita harianku “ hadir untuk membantu memberikan layanan aneka informasi bermanfaat bagi Anda, bukan bermaksud untuk “menjiplak”/”mengcopy” artikel, melainkan untuk membantu mengumpulkan berbagai artikel menarik dari berbagai situs agar semakin banyak diketahui masyarakat luas. Turut berperan dalam memperhatikan kode etik jurnalistik serta hak cipta, dengan cara mencantumkan dan mempopulerkan situs asal sumber artikel serta penulisnya. Atas keberatan pemuatan artikel di situs blog ini, atau kritik dan saran, mohon kirim email ke aeroorigami@yahoo.com.

Segala bentuk layanan penjualan atau iklan di situs ini, bukan merupakan sebuah rekomendasi melainkan hanya sebagai penyampai informasi saja… Nikmati sajian informasi dari situs blog “Berita harianku” dan…Jadikan situs ini sebagai “teman” bacaan online Anda setiap harinya..!

_________________________________________________________________________________________


Search on "Google" :